Senin, 26 Maret 2012

JENDELA

Sepasang orang muda yang baru menikah
menempati rumah di sebuah komplek perumahan.
Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca.
Ia melihat tetangganya sedang menjemur kain.
"Cuciannya kelihatan kurang bersih ya", kata sang istri.
"Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar. Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus."
Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tdk memberi komentar apapun.
Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.
Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:
"Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira2 yang sudah mengajarinya? "
Sang suami berkata,
"Saya bangun pagi2 sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita."
Dan begitulah kehidupan. Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya..
Jika hatimu bersih, maka bersih pula pikiranmu..
Jika pikiranmu bersih, mk bersih pula perkataanmu..
Jika perkataanmu bersih(baik), maka bersih(baik) pula perbuatanmu.
Hati, pikiran dan perkataan kita mencerminkan hidup kita..
Jika ingin hidup kita berkembang, maju, dan sukses..
Maka kita harus menjaga hati, pkiran, dan perkataan kita Karena itulah segala-galanya..
HATIMU menentukan PIKIRANMMU..
PIKIRANMU menentukan PERKATAANMU..
PERKATAANMU menentukan MASA DEPANMU .

terima kasih buat yang udah ngebroadcast message ini ke bbm saya,
kalo ga salah ko richard deh.. inspiratif sekali,
terimakasih juga buat yang udah membuat cerita ini.
dalam ilmu komunikasi itu sendiri itu namanya
perspektif, point of view, sudut pandang..
semua yang berkaitan dengan pikiran kita adalah bagaimana
kita melihat dan memandang sesuatu itu sendiri,
kacamata kita belum tentu sama dengan kacamata orang lain,
jika ada yang salah mungkin saja itu salah kita bukan di orang lain..
mari kita melihat kedalam barulah kita melihat keluar..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar