Bandung, 19 Februari 2011
Kepada Yth.
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono
Selaku Presiden RI
Dengan hormat,
Saya seorang mahasiswa, yang mungkin belum tahu banyak mengenai seluk beluk pengkondisian negara ini seperti apa dibawah kepemimpinan bapak yang kedua kalinya saat ini. Tapi saya sebagai warga negara Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam sistem pemerintahan demokrasi yang bapak angkat, saya merasa sangat kecewa.
Pemerintah saat ini, termasuk yang mulia bapak Presiden telah merasa mampu dan cukup pantas dipilih sebagai pemimpin, dan diberi kepercayaan untuk memerintah negara ini. Semua harapan kami akan adanya kesejahteraan berada dibawah kepemimpinan bapak saat ini. Saya merasa kegagalan untuk membangun negara ini semakin lama semakin memburuk. Mereka para wakil rakyat yang mengaku cukup pintar dan pantas dipilih tidak mempunyai kontribusi yang sangat terasa oleh saya, bahkan teman teman saya dan keluarga saya juga lingkungan yang saya amati.
Tidak adanya kemajuan, kesenjangan sosial semakin terasa. Banyak orang mengeluh bagaimana mereka menghidupi diri mereka untuk besok bahkan hari ini di tanah khatulistiwa yang menimbun banyak harta ini. Mereka bekerja lebih keras ketimbang para wakil rakyat yang hanya mengadu argument tanpa hasil untuk negri ini.
Kebutuhan sandang, pangan dan papan saja mereka sulit cukupi, tapi mereka yang ada di istana sana tetap hidup enak, karena gaji dan uang pungut sana sini yang membuat pakaian mereka mewah dan perut mereka membuncit. Harga kebutuhan pokok sudah tidak normal!! Pajak tinggi yang akhirnya dimakan oleh negara, tetapi tidak dikembalikan kepada rakyat.
Menjadi lebih lucu lagi kita yang mengaku negara yang berdasarkan asas hukum, tetapi rakyatnya sendiri tidak dapat berlindung dibawah hukum negaranya!! Banyak salah tangkap, yang kaya dimenangkan, yang kecil dimakan!! bahkan kami disuguhkan sebuah pertandingan liga sepakbola dalam negri yang dikelola oleh orang yang suka menyuap dan hanya memakai kepentingan politik, tetapi tetap berlangsung adem ayem, bahkan ketuanya adalah seorang mantan napi!! kemana aparat penegak hukum, produsen hukum serta antek anteknya mereka tidak dapat mewujkudkan kebenaran hukum di negara yang berdasarkan hukum ini!! Mau apa kita orang kecil ini?? apakah mereka sepengecut ini??
Ditambah pendidikan kami yang selalu kurang dibanding dengan orang di senayan sana! Mereka punya cukup uang harta membiayai dan membekali diri mereka dengan ijasah dan pendidikan yang baik. Tapi mereka yang tidak punya uang, hanya bisa mengidamkan punya banyak uang kelak tanpa menanam uang sebelumnya! Pendidikan harganya sangat mahal di negara ini!! Bangunan untuk sekolah dasar saja sulit di kota besar, karena biayanya. Apalagi yang di pelosok sana?? Mereka hanya mengharapkan impian mereka seiring perbaikan yang dilakukan negri ini.
Apa yang paling bapak sukai??
Apa yang paling disukai oleh orang pintar di DPR sana pak??
Uang?? Iya pak, kami tidak munafik, kami juga suka punya uang, tapi rasa keinginan mempunyai uang melebihi rasa nasionalis para orang pintar di senayan pak! Apa bapak juga??
Kami tetap setia menjadi Warga Negara Indonesia meski keadaan bangsa kami seperti ini, tidak ada satupun keinginan dari kami yang ingin menjadi warga negara lain pak.
Mereka yang mengaku mampu memerintah negara ini telah GAGAL membawa rakyatnya dalam keadaan sejahtera. Kita harus menunggu berapa lama lagi pak?? Apakah kami harus membiarkan anak cucu kami lahir dalam keadaan sesat dan hidup dalam tuntutan hutang?? Bibit yang baik tidak pernah dihasilkan di Negri ini. Semua hasil kita telah diambil bangsa lain.
perut kami terlalu lapar untuk mencari makan
Pakaian terlalu lembut untuk kami
Hukum begitu menyudutkan kami
Pendidikan sangat jauh dan mewah untuk kami
Kesehatan tidak cukup untuk kami
Birokrasi selalu menyulitkan kami
Kami tak tahu harus berbuat apa lagi?? Bekerja setiap hari, sopir angkot memberi pungutan kepada orang tak di kenal, polisi membiarkan. Pekerja kantoran harus membayar pajak untuk makanan dan minum mereka. Makanan tanpa pajak sulit ditemui saat ini. Perusahaan menipu dan menyogok para pemberi pajak agar mereka tetap hidup. Mau menikmati hiburan tontonan luar negri yang jauh lebih berkualitas tidak bisa, karena bea cukai yang mahal. Apa lagi yang tidak cukup untuk kami??
Masih banyak yang harus diperbaiki negri ini, mohon maaf saya hanya mengkritik, biarkan orang pintar dan yang mulia presiden mencari solusinya!! Kami hanya orang kurang pendidikan, takpunya cukup uang untuk berkuasa di negri ini. Selamat malam..
Glenn Gouwardi
mahasiswa