kisah ini menceritakan tentang dua sahabat yang sedang melakukan perjalanan di gurun pasir..
perjalanan yang begitu lama dan melelahkan membuat mereka terus berbincang, sampai pada titik emosi yang tak tertahan, entah mengapa bisa terjadi situasi yang menegangkan, salah satu sahabat itu menampar pipi temannya.. lalu teman lainnya diam saja, tetapi dia menuliskan diatas pasir tentang apa yang temannya perbuat "sahabatku menamparku sekali hari ini". perjalanan pun terus berlanjut.. tak ada yang aneh, karena persahabatan mereka.
selanjutnya saat berjalan melewati sebuah oasis, teman yang ditampar tadi terjebak di pusaran pasir penghisap dan hampir tertinggal, tapi sahabatnya yang menamparnya tadi kembali dan cepat menolongnya, untungnya masih selamat, dan kembali teman yang ditolong dan tditampar tadi menuliskan "sahabatku menolong nyawaku hari ini" bukan dipasir tetapi di batu yang besar..
lalu teman yang menampar dan menolong tadi bertanya.. "kawan, kenapa kau selalu menuliskan apa yang kuperbuat tadi? saat aku menampar kau menulisnya di pasir, tetapi saat ku menolongmu kau menulisnya di sebuah batu?"
lalu temannya menjawab "iya, sahabatku apapun yang kau perbuat akan selalu ku ingat, tetapi setiap perbuatan jahatmu kepadaku hanya sebatas tulisan dipasir yang akan cepat hilang di tiup angin, tetapi perbuatan baikmu akan selalu abadi seperti ukiran di batu itu"
sebuah kisah yang simpel, nyata ada di antara kita, seperti itulah seharusnya sebuah persahabatan, cepatlah hapus perbuatan buruknya terhadapmu, dan ukir abadilah perbuatan baiknya.. sahabat selalu dihati, persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu..
word tell you something, knowledge tell you best-thing, but experience tells everything
Senin, 18 Oktober 2010
Rabu, 13 Oktober 2010
pemimpin yang baik
konon katanya dunia ini akan sejahtera jika dipimpin oleh tiga sifat yang unggul, yaitu seorang filusuf, seorang pembrani dan seorang ekonom. mengapa? karena merekalah yang akan mengisi setiap kekosongan yang dibutuhkan untuk mensejahterakan rakyatnya, tentunya dengan manejemen yang baik.
seorang filusuf atau lebih kita kenal sebagai ahli pemikir, dia adalah seorang yang memikirkan bagaimana negara ini? mau dibawa kemana negara ini? apa yang sedang dihadapi negara ini? dan sebagainya, semua masalah semua tantangan dialah yang memikirkannya. negara akan menjadi sejahtera jika ada yang memikirkan negaranya dengan baik, tentu dengan memberikan solusi bagi setiap permasalahan.
seorang pembrani, dari kata dasarnyapun kita sudah tahu karakter ini, dialah seorang eksekutor, dia yang akan memulai setiap idea yang dimiliki oleh seorang filusuf ini, setiap tindakan tidak akan pernah berjalan jika tidak ada yang memulainya. sang pembranilah yang akan memulai. tentunya dengan kesiapan yang matang dengan memutuskan pemilihan yang ada.
seorang ekonom, dialah yang memanage segala sesuatu dari hasil yang ada. dialah yang akan mengatur keadaan hasil dari sebuah tindakan yang ada, mau diapakan nantinya dialah yang akan mgenmbilnya dan juga mengelolanya.
semuanya tidak akan pernah berhasil jika jalan sendiri-sendiri, kolaborasi sangat diperlukan untuk manjalani, mngelola serta menumbuhkan kesejahteraan suatu negara. tidak ada yang perlu dipusingkan karena sang pemikir ada, tidak ada yang perlu ditakutkan karena sang pembereani telah isap, tidak perlu takut disia-siakan, karena seorang ekonom akan menumbuhkan dan memeliharanya. inilah seyogyanya sebuah negara yang akan lahir sejahtera.
dikutip dan dianalaisa dari hasil proses belajar mengajar oleh dosen komunikasi politik saya, dan dieksekusi oleh saya menjadi seperti ini.
Ahli, Genius, dan Bijaksana
apa sih yang ada di benak anda saat ditanya pilihan apa atau jalan hidup seperti apa yang akan anda jalani sebagai manusia??
kita manusia diciptakan katanya telah adil, dan disetiap kekurangan pasti ada kelebihan. banyak aspek yang mempengaruhi itu, freeming dan frameming (sudut pandang dan perwujudan) itu yang selalu kita bahas dalam suatu hal. sesungguhnya tidak ada adil yang sebenarnya, semua yang diciptakan tidak pernah sama satu sama lain, dan yang satu tidak akan pernah bisa dibanding bandingkan selamanya dengan yang lain.
kembali ke pemberian pandangan kitalah yang membuat itu menjadi adil. cukup adilkah buat mereka yang telah mati disaat semuanya telah menikmati segala kemudahan yang telah mereka perjuangkan sebelumnya? atau cukup adilkah orang yang berjuang untuk sesuap nasi dan orang yang hanya menjentikkan jari bila ingin makan??
kembali kepada pandangan para pemberi persepsi.
seorang ahli hanya akan berpendapat dari informasi yang mereka dapatkan, dan ia akan selalu memberikan informasi lebih kepada yang belum ahli.
seorang genius hanya akan berpendapat dari pelajaran yang ia punya, dan ia akan selalu berargumen berdasarkan apa yang dia pelajari.
seorang bijaksana hanya akan berpendapat dari wawasan yang ia miliki, dan ia akan selalu memandang dari wawasan yang ia ketahui.
semua memiliki karakteristik masing masing, inilah yang membuat konsep adil berbeda beda nagi setiap umat manusia, sekarang anda berada di tipe yang mana?? seorang yang ahli? genius? atau sang bijak??
kita manusia diciptakan katanya telah adil, dan disetiap kekurangan pasti ada kelebihan. banyak aspek yang mempengaruhi itu, freeming dan frameming (sudut pandang dan perwujudan) itu yang selalu kita bahas dalam suatu hal. sesungguhnya tidak ada adil yang sebenarnya, semua yang diciptakan tidak pernah sama satu sama lain, dan yang satu tidak akan pernah bisa dibanding bandingkan selamanya dengan yang lain.
kembali ke pemberian pandangan kitalah yang membuat itu menjadi adil. cukup adilkah buat mereka yang telah mati disaat semuanya telah menikmati segala kemudahan yang telah mereka perjuangkan sebelumnya? atau cukup adilkah orang yang berjuang untuk sesuap nasi dan orang yang hanya menjentikkan jari bila ingin makan??
kembali kepada pandangan para pemberi persepsi.
seorang ahli hanya akan berpendapat dari informasi yang mereka dapatkan, dan ia akan selalu memberikan informasi lebih kepada yang belum ahli.
seorang genius hanya akan berpendapat dari pelajaran yang ia punya, dan ia akan selalu berargumen berdasarkan apa yang dia pelajari.
seorang bijaksana hanya akan berpendapat dari wawasan yang ia miliki, dan ia akan selalu memandang dari wawasan yang ia ketahui.
semua memiliki karakteristik masing masing, inilah yang membuat konsep adil berbeda beda nagi setiap umat manusia, sekarang anda berada di tipe yang mana?? seorang yang ahli? genius? atau sang bijak??
Langganan:
Komentar (Atom)