Jumat, 17 September 2010

Raja dan Pengikut

Pada suatu saat, dijaman dahulu, ada suatu hari saat semua Raja, kepala suku dan pemimpin di daerahnya masing-masing, berkumpul untuk membahas keadaan negara yang mereka pimpin masing masing. mereka hanya diperbolehkan membawa satu orang pengikut mereka. mereka berkumpul dalam sebuah kapal kayu besar, dan berdiskusi dalam perlayaran.
beberapa hari kemudian saat keadaan mulai mencari, tak sengaja ada pengikut mereka berpesta sampai mabuk, sehingga pada pagi harinya mereka tidak membersihkan kapal, dan melupakan persiapan makanan para raja.
memang, mereka hanya pengikut, tidak mempunyai otak yang cukup pintar dan dapat mengatur waktu tidur mereka.
akhirnya setelah para pemimpin itu berunding, akhirnya mereka sepakat untuk menyuruh semua pengikutnya terjun dan meninggalkan kapal itu.
tapi bodohnya para raja, mereka tidak bisa mengendalikan kapal, memasak, bahkan untuk makan mereka sendiri. mereka hanya saling percaya raja lain akan membantu mereka. saat semua para pengikut sudah tidak ada, dan hanya ada sekumpulan raja, kapal itu tenggelam karena tidak dikelola dengan baik.

ini adalah perumpaan dari arti sebuah organisasi, raja adalah orang yang memiliki tipe pemikir, mereka adalah generator, mereka pintar membuat ide, memunculkan ide cemerlang dan yang lainnya yang berhubungan dengan pemikiran.
tapi ide mereka tidak akan pernah terealisasi oleh adanya sang pekerja, itulah tipe yang satu lagi, berasal dari pengikut. mereka mungkin sulit untuk memunculkan ide mereka, tapi mereka bisa menjalankan ide ide itu dengan baik.
inilah yang seharusnya ada di dalam sebuah organisasi, sebuah keselarasan, bukan masalah siapa yang lebih tinggi, tapi bagaimana menghargai seseorang karena kita hanya akan hebat dalam satu hal saja, kerjasama adalah jalan keluar yang baik. tidak saling menyalahkan, tahu kemampuan masing masing dan tidak egois, seperti itulah layaknya sebuah organisasi, keselarasa, keharmonisan, dan sebuah kerjasama..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar