Senin, 30 Agustus 2010

You Get What You Give

Ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anak, menantu dan cucunya yang berusia 6 tahun. Tangan orang tua ini sangat rapuh dan sering bergerak tak menentu, penglihatannya buram dan berjalanpun sulit. Keluarga tersebut biasa makan bersama diruang utama.

Namun si orangtua pikun ini  selalu mengacaukan suasana makan. tangannya yang bergetar dan matanya yang rabun membuatnya susah untuk menyantap makanan. sendok dan garpu kerap jatuh  ke bawah saat ia meraih segelas susu, susu tersebut tumpah dan membasahi taplak meja.

Anak dan menantunya sangat gusar. " kita harus melakukan sesuatu," ujar sang suami. "aku sudah bosan membereskan segala sesuatu untuk pak tua ini".

lalu kedua suami istri tersebut membuatkan sebuah meja kayu dan meletakkannya disudut ruangan. Disana sang kakek akan duduk makan sendirian. karena sering memecahkan pirinng, mereka memberikan mangkuk kayu untuk sang kakek.

sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam, terdengar isak tangis dari sudut ruangan. Ada air mata mengalir dari gurat keriput sang kakek. Namun kata yang sering diucapkan pasangan tersebut omelan agar jangan menjatuhkan makanan itu lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun hanya melihat dalam diam.

Suatu malam, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang bermain dengan mainan kayu. dengan lembut ditanyalah anak itu, "kau sedang apa?"
jawab anak itu, "aku sedang membuat meja dan mangkuk kayu untuk ayah dan ibu jika aku sudah besar kelak, akan aku letakkan disudut dekat meja tempat kakek makan sekarang".
Anak itu tersenyum dan melanjutkan bermain.

Jawaban  itu membuat suami istri itu terpukul. mereka tak mampu berkata-kata lagi. Airmata  mengalir dari pipi mereka. walaupun tanpa kata kata, kedua orang ini mengerti ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Malam itu juga mereka menuntun sang kakek untuk makan malam bersama dimeja makan lagi. tidak ada lagi omelan pada saat piring jatuh, atau saat makanan tumpah dimeja.
maka marilah kita selalu memberi teladan yang baik untuk anak anak dan orang orang disekitar kita. karena itu adalah tabungan masa depan kita.

very nice story.. my tears almost fall every i read this story.. my special thanks to my friend who broadcast this message for me first time.. thanks full, it will change the world.. it will prove how karma works!!

5 komentar:

  1. glenn buncit gouwardi..hehe.. nanya donk..
    hmm..

    gmn caranya yaa kita menahan keinginan kita akan sesuatu yg sulit bgt utk di capai n selama proses itu, kita bner2 di hadapkan pada posisi dmn kita seperti udah ga ad harapan lg utk bisa mencapainya???

    ap kita lebih baik mundur jaa n ikhlas nerima semuanya n nyadar kalo mang itu bkan utk kita atau teruss maju utk dapetin itu wlopun sulit bgt n bner2 ga ad harapan??

    truss..kalo mang majuu trus, gmn caranya kita menghadapi sikap pesimis kita dmn kala kita sedang bner2 berada dlm kondisi down..coz kalo lg down gitu,kdang kala kita berkeinginan utk STOP!!..nah gmn tuh glenn??

    hahaa...selamat menjawab dokter glenn :)

    BalasHapus
  2. jeuhhh, image gue jd rusak ta.. hahahaha..

    inget yg buat kita selalu miskin itu bukan jumlah materi yg kita punya, tp jumlah keinginan yg kita punya..
    kita harus bijak dan kita bisa bijak, pilihan mana yang harus kita inginkan dan harus diwujudakna dan pilihan mana yang tidak.. semua ada jalannya dan semua bisa tercapai, power of mind..
    masalah maju terus silahkan, kalau kita down dan kita mau stop yah silahkan.. hidupkan gak harus terus berlari.. kita boleh berhenti sejenak dan bersiap untuk berlari kembali.. jangan takut, down itu biasa, tp jangan nyalahin mood kita, bangun lagi, kalau udah jatuh ga ada pilihan lainkan selain bangun dan berlari lg??? nah itu dia, nikmatin aja downnya, saatnya lari yah lari.. begitu..
    terimakasih pertanyaannya, ngemeng ngemeng ini pertanyaan lo apa bukan??

    BalasHapus
  3. iyee glenn.. neh pertanyaan gw,hehe.. kepikiran ajaa..hoho..

    hmm..gitu yaa.. tp glenn, kalo keinginan kita itu terbentur dgn semua keadaan yg ada..kan kalo kita memutuskan utk stop lalu berlari kembali, atuh mana bisa lari lg kalo keadaannya selalu gak mendukung??

    BalasHapus
  4. boleh ta,. keadaannya belum mendukung kali, kalau kata napoleon mah begini "what is environment?? i make environment!" artinya apa itu lingkungan?? saya yang menciptakan lingkungan!.. begitu, jd jangan langsung nyalahin keadaan, sebenernya kita bisa kok menciptakan lingkungan, keadaan dan situasi yang kita mau, kalo kata andri wongso "kalau kita lemah terhadap kehidupan, kehidupan akan keras terhadap kita, tetapi sebaliknya, kalau kita keras sama hidup, kehidupan akan melemah untuk kita", jadi jangan mau jadi mainan hidup, jadi pengatur hidup lo sendiri.. biar kata let it flow, itu cuma berlaku sama waktu, tapi jangan menyerah sama keadaan.. kalau dalam keadaan terburuk lo merasa ga bisa lagi yaudah, tinggalin! kubur di peti yang mungkin suatu saat bakal lo buka lagi.. begitu..

    BalasHapus
  5. WOW!!!!!... Mantap cuy...wkwkwkwkwk...

    kalimat2 terakhir lo nancep..
    hmm..okeh dah cuy..seph..seph..ahaha..

    thx yoo... :)

    BalasHapus